About This Application
Tidal Geomatika memantau pasang surut di Tanjung Perak, Surabaya
(−7,1957° LS, 112,7289° BT) secara real-time dari AWLR (Automatic Water Level Recorder) BMKG Maritim,
dan memprediksi kurva pasang surut astronomis menggunakan model harmonik global EOT20.
Model EOT20 (DGFI-TUM) adalah model pasut empiris global berbasis data satelit altimetri
multi-misi, tersedia pada grid 0,125° dengan 17 konstituen harmonik
(M2, S2, N2, K1, O1, Q1, P1, T2, 2N2, K2, MF, MM, J1, S1, SA, SSA, M4).
Konstanta harmonik di titik stasiun diekstrak melalui pyTMD (interpolasi spline +
argumen astronomis per epoch), kemudian dihitung kurva tinggi muka air kontinu
(interval 15–60 menit, hingga 14 hari ke depan).
Kurva prediksi dikalibrasi terhadap observasi AWLR lokal (30 hari terakhir) melalui
regresi linear hlokal = a + b·hmodel, guna mengoreksi datum lokal
dan bias amplitudo model global di perairan dangkal. Ekstrem pasang tertinggi / surut
terendah diekstrak dari kurva yang sama.
Validasi terhadap AWLR BMKG01 (14 hari, per jam): korelasi
r = 0,979, RMSE setelah kalibrasi ≈ 0,05 m — fase model cocok dengan observasi lokal,
sementara amplitudo mentah model diskalakan ≈ 0,55.
Alur prediksi (EOT20):
Konstanta harmonik per konstituen ← grid EOT20 (0,125°)
Interpolasi spline di koordinat stasiun + argumen astronomis per epoch (pyTMD)
Kalibrasi linear terhadap 30 hari data AWLR terakhir → kurva tinggi muka air
Ekstraksi ekstrem (pasang/surut, presisi ±15 menit) → /api/tide-forecast, /api/tide-extremes, /api/tide-validation