AERONET Indonesia

Aerosol Optical Depth Monitoring · 9 ID + SG + MY

⌂ Dashboard ⓘ About ⌂ Ekosistem
← Kembali ke Dashboard

Tentang Aplikasi

AERONET Indonesia — Aerosol Monitoring

Platform pemantauan harian Aerosol Optical Depth (AOD) dan water vapour atmosfer dari jaringan stasiun fotometer matahari AERONET di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Dikembangkan dan dikelola oleh Lalu Muhamad Jaelani, Laboratorium Geospasial, Departemen Teknik Geomatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Metodologi & Sumber Data

NASA AERONET (Aerosol Robotic Network) adalah jaringan global stasiun pengukuran aerosol berbasis sun photometer (CIMEL CE-318) yang dikelola NASA Goddard Space Flight Center (GSFC) bersama mitra internasional (PHOTONS/LOA-CNRS, RIMA, AeroSpan, CARSNET, dan lainnya). Instrumen mengukur penurunan intensitas radiasi matahari langsung (direct sun) pada beberapa panjang gelombang untuk menghitung Aerosol Optical Depth (AOD) — indikator jumlah partikel aerosol (debu, asap, polutan) di kolom atmosfer.

  • Sumber data: API publik AERONET print_web_data_v3 — produk Version 3, Level 1.5 (cloud-screened, daily averages).
  • Cakupan: 14 stasiun — 12 di Indonesia, 1 Singapura (Singapore), 1 Malaysia (Kuching).
  • Parameter: AOD multi-band 340–1640 nm, eksponen Ångström, precipitable water (PW), kualitas data, jumlah pengamatan harian.
  • Frekuensi pembaruan: otomatis setiap hari pukul 06:30 WIB (data hari sebelumnya), disimpan di PostgreSQL.
  • Kualitas: data NASA diambil apa adanya (Level 1.5); nilai -999 (missing) dibuang, level 2.0 (quality assured) tersedia di NASA dengan penundaan rilis.
Level
V3 · L1.5
Rentang AOD
340–1640 nm
Stasiun
11
Update
Harian 06:30 WIB
Penyimpanan
PostgreSQL
Visualisasi
Leaflet · Chart.js

Pemilik Aplikasi

Laboratorium Geospasial
Departemen Teknik Geomatika
Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya

Aplikasi ini merupakan bagian dari ekosistem layanan geo.its.ac.id dan dikembangkan untuk pemantauan lingkungan, studi kualitas udara, serta dukungan penelitian atmosfer di Indonesia.

Teknologi

  • Backend: Python Flask + psycopg2
  • Database: PostgreSQL (Docker, jaringan geo-net)
  • Frontend: Leaflet (peta), Chart.js (grafik), HTML/CSS vanilla
  • Infrastruktur: Docker, Nginx reverse-proxy di geo.its.ac.id/aeronet
  • Otomasi: cron harian run_daily.sh → fetch & upsert data NASA
  • Tema UI: HydroStrix (navy/gold) — template internal Laboratorium Geospasial

© Lisensi Data & Kredit

Data AOD ditampilkan oleh NASA AERONET. Kebijakan data AERONET bersifat akses terbuka (open access) untuk keperluan penelitian dan pendidikan, dengan kewajiban acknowledgment terhadap NASA AERONET dan para Principal Investigator (PI) / site manager stasiun pada setiap publikasi yang menggunakan data tersebut.

Contoh acknowledgment yang disarankan:
“We thank the AERONET program (NASA GSFC) and its principal investigators and site managers for providing the data used in this investigation.”
  • Penyedia data: NASA AERONET — Goddard Space Flight Center, USA · aeronet.gsfc.nasa.gov
  • Jaringan kolaborasi: PHOTONS (LOA/CNRS, Prancis), RIMA (Spanyol), AeroSpan, CARSNET (Tiongkok), dan mitra internasional lainnya.
  • PI stasiun Indonesia: BMKG, BRIN (LAPAN), dan institusi pengelola masing-masing stasiun (Bukit Kototabang, Jakarta, Bandung, Palangkaraya, Pontianak, Jambi, Makassar, dll.).
  • Referensi sains: Holben et al. (1998), Remote Sensing of Environment 66:1–16 — “AERONET — A Federated Instrument Network and Data Archive for Aerosol Characterization”.

Aplikasi tidak memodifikasi data mentah; visualisasi hanya memanfaatkan produk harian resmi AERONET. Ketidaktersediaan data pada stasiun tertentu mencerminkan kondisi operasional instrumen di lapangan.