Analisis Thermal Drone — DJI Mavic 2 Enterprise Dual

Pengolahan citra thermal dari – sumber (foto dan frame video) pada tiga lokasi di Surabaya: Pelabuhan Tanjung Perak, kawasan kota, dan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar. Citra direkam tegak lurus ke bawah (nadir); frame miring disaring keluar. Nilai disajikan sebagai indeks relatif 0–100 dengan perkiraan suhu indikatif hasil kalibrasi ke data satelit Landsat.

Batas metode — harap dibaca. Kamera thermal drone ini (FLIR Lepton) tidak radiometrik: berkas hanya menyimpan citra 8-bit yang sudah dirender palet warna, tanpa tabel kalibrasi per piksel. Karena itu tidak ada suhu terukur dari drone. Angka °C di halaman ini adalah perkiraan indikatif hasil mencocokkan indeks drone dengan suhu permukaan Landsat pada dua titik acuan. Yang sah dan kuat adalah perbandingan relatif antar permukaan dan urutan panas–dingin; angka °C hanya pendekatan dan tidak boleh dipakai sebagai pengukuran.

Legenda indeks

0 — dingin (relatif)100 — panas (relatif)

Palet ITS: biru #013880 (dingin) → emas #ffbd07 (panas). Skala ini satu sumbu bersama untuk semua citra, bukan dinormalisasi per gambar.

Perbandingan tiga lokasi

LokasiCitraIndeks p50Indeks p95 Perkiraan p50Perkiraan p95

Geser pembanding: RGB ↔ thermal

Ketiga foto pelabuhan direkam dua kamera pada saat yang sama. Geser garis tengahnya: sisi kiri memperlihatkan foto asli, sisi kanan memperlihatkan peta suhu pada objek yang sama — jadi bisa dilihat langsung permukaan mana yang panas. Sudut pandang kamera visual dipotong agar sejajar dengan kamera thermal.

Catatan keselarasan. Kedua kamera berada pada posisi berbeda di badan drone (jarak antar lensa ±10 cm), sehingga ada parallax kecil untuk objek yang tinggi. Keselarasan diperiksa lewat bangunan, jalan, dan kendaraan yang sama di kedua citra — bukan lewat kecerahan piksel, karena warna RGB dan palet suhu memang berbeda.

Visual & thermal berdampingan

Kiri = foto visual (dipotong ke sudut pandang kamera thermal), kanan = peta indeks. Perhatikan gradasi permukaan: bidang beraspal dan beton terang, tajuk pohon gelap.

Statistik per citra

CitraLokasiJenisRata² p50p95Perkiraan p95

Galeri peta

Cara nilai diperoleh

1. Sumbu bersama. Seluruh warna dari semua citra digabung, lalu analisis komponen utama (PCA) mencari satu sumbu yang menangkap – varians warna. Setiap piksel diproyeksikan ke sumbu itu dan dipetakan ke skala 0–100 yang sama untuk semua citra — jadi citra mangrove boleh dibandingkan dengan citra pelabuhan.

2. Penyaringan frame miring. Rekaman tidak semuanya tegak lurus. Frame yang mengandung langit (kamera miring) dibuang karena bukan citra permukaan: – frame dikeluarkan, menyisakan – citra sah.

3. Kalibrasi ke satelit. Indeks dicocokkan ke suhu permukaan Landsat pada dua titik acuan dari peta UHI Surabaya yang berjarak < 2 km dari lokasi drone: Perak Port 45,6 °C (indeks –) dan Mangrove Gunung Anyar 34,1 °C (indeks –). Hasilnya –, dengan rentang penuh –.

Batas kalibrasi. Titik acuan Landsat mewakili piksel 100 m (bukan titik), dari musim kemarau 2023–2025 (bukan tanggal perekaman drone), dan diukur dari satelit (bukan dari udara). Selisih jarak ±1,8 km dan selisih waktu membuat angka °C ini indikatif, bukan hasil pengukuran drone.

Ketelitian & lokasi

Sensor thermalFLIR Lepton, 160×120 piksel (bukti: JPEG tertanam 160×128 di tiap berkas)
Berkas disajikan640×480 / 640×360 (interpolasi kamera, bukan detail tambahan)
Sudut pandang thermal57° horizontal × 44° vertikal
GSD nyata≈0,37 m/piksel pada ketinggian 54 m (dihitung dari sensor 160 px)
Lebar bingkai±59 m × 44 m (≈2.580 m²) per bidikan
Lokasi 1 — pelabuhan7°12′19″S 112°44′08″E · Perak Utara, Pabean Cantian (Pelabuhan Tanjung Perak) · 10:37 WIB
Lokasi 2 — kotakawasan Surabaya utara · 12:33–12:41 WIB
Lokasi 3 — mangrove7°19′51″S 112°49′02″E · Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar · 15:17–15:25 WIB
Kondisi surya13 Jul 2026 · elevasi matahari 48,8° (10:37) dan 40,5° (15:20)

Perhatian: dua sesi direkam pada jam berbeda (pagi dan sore), sehingga insolasi tidak sama. Perbandingan antar lokasi karena itu tetap indikatif.