← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 14 No 1 (2017)
VALUASI JUMLAH AIR DI EKOSISTEM LAHAN GAMBUT DENGAN DATA LANDSAT 8 OLI/TIRS
Kandungan air ekosistem lahan gambut tersimpan sebagai gas di udara dan sebagai cairan di tanah gambut dan vegetasi. Kehadiran air berpengaruh terhadap nilai radiansi spektral yang diterima oleh sensor satelit. Tujuan penelitian adalah mengembangkan model empiris yang dapat diterapkan dalam interpretasi citra satelit Landsat 8 untuk mengestimasi kandungan air ekosistem lahan gambut. Metode terdiri dari pengukuran lapangan dan interpretasi data satelit. Kegiatan lapangan bertujuan memperoleh parameter cuaca seperti radiasi, suhu udara, suhu permukaan, evapotranspirasi (ET), kelembaban relatif (RH), kadar air tanah (KAT), dan biomassa untuk setiap tutupan lahan di ekosistem lahan gambut. Hasil pengukuran lapangan digunakan untuk memvalidasi parameter yang diturunkan dari data satelit Landsat 8. Kandungan air di udara dinilai dengan ET dan RH, di tanah dinilai dengan fluks panas tanah (G), dan di vegetasi dengan biomassa. Hasil validasi data pengukuran lapangan dengan Landsat 8 menunjukkan hanya ET (r2 = 0.71), RH (r2 = 0.71), dan biomassa (r2 = 0.87) yang memiliki hubungan kuat, sedangkan antara G dan KAT memiliki hubungan lemah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa data satelit Landsat 8 dapat digunakan untuk menghitung kandungan air di udara dan vegetasi. Dengan demikian, estimasi kandungan air di ekosistem lahan gambut dengan data satelit hanya dapat dilakukan di permukaan.