← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 10 No 2 (2013)

VALIDASI HOTSPOT MODIS DI WILAYAH SUMATERA DAN KALIMANTAN BERDASARKAN DATA PENGINDERAAN JAUH SPOT-4 TAHUN 2012

Terbit: 2014/06/01
Any Zubeidah, Yenni Vetrita, M. Rokhis Khomarudin
Indikator kebakaran hutan/lahan dapat ditunjukkan oleh asap kebakaran dan titik panas (hotspot). Saat ini informasi hotspot telah banyak digunakan namun akurasinya masih diperdebatkan. Oleh karena itu, validasi hotspot diperlukan sebagai upaya yang tepat dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menguji akurasi hotspot sebagai indikator kebakaran hutan/lahan dari dua sumber data, yaitu IndoFire Map Service (IndoFire) dan Fire Information for Resource Management System (FIRMS-NASA). Validasi dilakukan dengan membandingkan data hotspot dengan citra resolusi lebih tinggi, yaitu SPOT-4 untuk tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hotspot FIRMS diperoleh sebesar 42% dengan error 20% commission dan 38% omission error. Selanjutnya, analisis menunjukkan akurasi yang sedikit lebih baik sebesar 66% dengan 19% commission error dan 18% omission error untuk data FIRMS dibandingkan dengan IndoFire ID yang menggunakan 46% dengan 19% commission error dan 20% omission error. Nilai tingkat kepercayaan hotspot sangat dipengaruhi oleh asap dan kabut yang dideteksi oleh metode algoritma MODIS yang sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi data hotspot dapat dipertimbangkan untuk digunakan di lapangan sebagai peringatan kebakaran hutan, namun harus dipertimbangkan untuk data dengan tingkat kepercayaan lebih dari 80%.