← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 1 No 1 (2004)
SIMULASI JALUR EVAKUASI UNTUK BENCANA TSUNAMI BERBASIS DATA PENGINDERAAN JAUH (STUDI KASUS: KOTA PADANG, PROPINSI SUMATERA BARAT)
Bencana tsunami menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa yang sangat banyak, terutama ketika terjadi di daerah perkotaan di sepanjang pantai. Oleh karena itu, informasi jalur evakuasi dalam bentuk peta sangat penting untuk kesiapsiagaan bencana guna meminimalkan jumlah korban di daerah yang terkena dampak. Di sini, informasi yang dihasilkan dari data satelit penginderaan jauh (Landsat, SPOT-5, dan DEM) dan data sekunder (batas administrasi dan data survei lapangan) digunakan untuk mensimulasikan jalur evakuasi dan menghasilkan peta untuk Kota Padang. Daerah kerentanan dan evakuasi ditentukan berdasarkan informasi tinggi maksimum tsunami di garis pantai dan kondisi topografi. Penggunaan lahan/tutupan lahan dan infrastruktur (jalan, jembatan, dan bangunan) diekstraksi dari data SPOT. Semua data yang diperoleh dari penginderaan jauh dan data sekunder diintegrasikan menggunakan pemodelan geospasial untuk mensimulasikan jalur evakuasi tsunami. Simulasi jalur evakuasi di Kota Padang untuk kesiapsiagaan tsunami disediakan dengan mempertimbangkan garis sungai, tempat perlindungan dan zona aman, infrastruktur yang tersedia (jalan), jarak terpendek (ke tempat perlindungan dan zona aman), serta pengalaman masyarakat setempat.