← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 3 No 1 (2006)
PERUBAHAN KERUSAKAN LAHAN PULAU MADURA MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SIG
Aktivitas pembangunan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, khususnya pada terjadinya kerusakan lahan. Upaya pengendalian dan pemulihan kerusakan lahan memerlukan data dan informasi yang lengkap dan akurat. Seiring dengan perkembangan teknologi penginderaan jauh, memungkinkan untuk mengkaji kerusakan lahan secara efektif dan efisien dalam skala wilayah yang luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah memanfaatkan citra Landsat-TM dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan tingkat kerusakan lahan. Penentuan potensi kerusakan lahan dilakukan dengan pembobotan indikator kerusakan lahan yang secara bersama-sama berfungsi sebagai variabel. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kerusakan lahan di Pulau Madura dari tahun 1994 sampai 2001 adalah kondisi atau tingkat kerusakan lahan yang termasuk kelas agak rusak mengalami penurunan sebesar 0,90%, sedangkan tingkat yang termasuk kelas rusak sebesar 3,90% dan tingkat rusak berat sebesar 0,14%.