← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 9 No 2 (2012)
PERBANDINGAN TEKNIK INTERPOLASI DEM SRTM DENGAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW), NATURAL NEIGHBOR DAN SPLINE
Model simulasi banjir memerlukan data masukan, seperti resolusi spasial 10 meter dari DEM (Digital Elevation Model) yang lebih tinggi daripada data DEM SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) yang tersedia. DEM yang detail dapat dibuat dengan menggunakan metode interpolasi titik ketinggian. Penelitian ini memiliki dua tujuan, pertama adalah menghasilkan DEM dengan resolusi spasial 10 meter dan kedua adalah mempelajari perbedaan hasil interpolasi DEM dengan menggunakan Inverse Distance Weighted, Natural Neighbor dan Spline. Titik ketinggian dari DEM SRTM diekstraksi dan dikonversi menjadi data format titik, kemudian digunakan sebagai data masukan dalam proses interpolasi. Kualitas DEM dari hasil interpolasi dipengaruhi oleh model pembobotan yang digunakan dalam proses, oleh karena itu pengaruh model pembobotan terhadap nilai ketinggian yang diperoleh dari hasil interpolasi juga diamati. Hasil menunjukkan bahwa DEM terbaik dengan resolusi spasial 10 meter dapat dihasilkan menggunakan metode Natural Neighbor dan Regularized Spline. DEM tersebut memiliki nilai kesalahan yang rendah, permukaan yang halus dan penampakan yang lebih dekat dengan permukaan bumi yang diamati secara visual dari Google Earth. Faktor lain yang berpengaruh untuk meningkatkan kualitas DEM dalam proses interpolasi adalah titik ketinggian dari data masukan harus tersebar merata di daerah penelitian.