← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 9 No 2 (2012)
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK SPEKTRAL (SPECTRAL SIGNATURE) PARAMETER KUALITAS PERAIRAN PADA KANAL LANDSAT ETM+ DAN ENVISAT MERIS
Penelitian ini menganalisis 3 konstituen air yang aktif secara optik (Total Suspended Matter (TSM), Chlorophyll a (Chl a), dan Color Dissolved Organic Matter (CDOM)) yang diukur dengan spektroradiometer in situ (350-950 nm, interval 3.3 nm) dan analisis laboratorium untuk pengukuran konsentrasi masing-masing. Reflektansi penginderaan jauh (R_s) diturunkan dari pengukuran radiance dan irradiance serta diestimasi menggunakan pendekatan model bio-optik. Tanda spektral dari R_s yang diturunkan dikonversi ke kanal ETM+ dan MERIS menggunakan sensitivitas respons spektral masing-masing. R_s yang dikonversi digunakan untuk mengestimasi konsentrasi 3 konstituen air yang aktif secara optik menggunakan metode optimasi. Konsentrasi yang diturunkan divalidasi dengan konsentrasi terukur dari analisis laboratorium. Sensor ETM+ dengan 4 kanal memberikan estimasi yang lebih baik untuk TSM (R^2=0.70) dan CDOM (R^2=0.64) sedangkan koefisien determinasi (R^2) untuk Chl a hanya 0.46. Namun, sensor MERIS dengan 10 kanal memberikan estimasi yang lebih baik daripada ETM+, dengan koefisien determinasi lebih tinggi dari 0.70 untuk semua konstituen air. Nilai RMSE untuk sensor MERIS menunjukkan estimasi kesalahan yang lebih kecil (16.84 gm-3 (TSM), 2.66 mg m-3 (Chl a), dan 0.26 m-1 (CDOM)) dibandingkan dengan sensor ETM+ (19.89 gm-3 (TSM), 4.96 mg m-3 (Chl a), dan 0.29 m-1 (CDOM)).