← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 4 No 1 (2007)
Pengembangan Metode Zonasi Daerah Bahaya Letusan Gunung Api: Studi Kasus Gunung Merapi
Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.986 m terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Gunung ini merupakan salah satu dari 129 gunung berapi aktif di Indonesia. Mengingat jumlah gunung berapi yang banyak, diperlukan metode sebagai sistem mitigasi bahaya letusan. Data MOS-MESSR (1991) dan Landsat-ETM (2002) serta didukung oleh data sekunder digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk lahan, pola drainase, dan tutupan lahan. Hasilnya diperoleh 10 kelas bentuk lahan, 3 tingkat bahaya letusan pola drainase, dan 9 kelas tutupan lahan. Berdasarkan analisis geomorfologi selama 11 tahun menunjukkan bahwa luas hutan menurun sebesar 13.062 Ha dan pola risiko bahaya meningkat.