← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 20 No 1 (2026)
Pengaruh Kondisi Kualitas Air Teluk Bima terhadap Fenomena Sea Snot
Sea Snot adalah fenomena yang terjadi di perairan yang ditandai dengan akumulasi lendir atau lumpur di permukaan laut yang merupakan akumulasi dari berbagai jenis mikroorganisme seperti fitoplankton dan bakteri. Kejadian pertama di Indonesia dilaporkan di Teluk Bima pada 25 April 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas air Teluk Bima menggunakan parameter Suhu Permukaan Laut (SST), Oksigen Terlarut (DO), dan Salinitas yang diturunkan dari citra satelit Landsat dan divalidasi melalui survei lapangan. Berdasarkan hasil penentuan status kualitas perairan Teluk Bima, menunjukkan bahwa terjadi perubahan status kualitas di setiap titik dari tahun 2022 hingga 2023. Dari total 50 titik sampel, menunjukkan bahwa terdapat 44% titik yang masih berstatus tercemar ringan dan dari status baik menjadi tercemar ringan sebanyak 18%. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat pencemaran ringan sebesar 62% di perairan Teluk Bima setelah satu tahun fenomena sea snot. Kondisi perairan Teluk Bima tidak memiliki status tercemar sedang atau berat. Temuan ini menyoroti perlunya peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat setempat untuk mencegah degradasi lebih lanjut pada perairan Teluk Bima.