← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 12 No 2 (2015)
PENGARUH ALGORITMA LYZENGA DALAM PEMETAAN TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN WORLDVIEW-2, STUDI KASUS: PERAIRAN PILU PAITON PROBINGGOLO
Pemetaan ekosistem terumbu karang untuk mendukung pengelolaan pesisir dapat dilakukan dengan menggunakan citra satelit resolusi tinggi. Berbagai metode ekstraksi fitur dasar laut telah dikembangkan dan dapat diimplementasikan untuk mendukung proses pemetaan, salah satunya adalah algoritma Lyzenga. Algoritma ini memerlukan variasi kedalaman wilayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh algoritma Lyzenga pada pemetaan terumbu karang. Dalam penelitian ini, kami membandingkan hasil klasifikasi ekosistem karang antara citra dengan dan tanpa algoritma Lyzenga. Klasifikasi citra dengan algoritma ini menunjukkan kenampakan fitur dasar laut yang lebih terdiferensiasi dan berubah menjadi nilai indeks Lyzenga yang bebas dari pengaruh kolom air. Hal ini menghasilkan beberapa kelas, yaitu laut, daratan, pasir, dan terumbu karang. Perkiraan luas ekosistem terumbu karang di perairan Paiton Probolinggo berdasarkan hasil klasifikasi WorldView-2 adalah 8,26 ha. Pemetaan ekosistem terumbu karang menggunakan citra satelit resolusi tinggi sangat membantu memberikan visualisasi area yang lebih luas dibandingkan pengamatan lapangan.