← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 6 No 1 (2009)

PENENTUAN NILAI AMBANG BATAS UNTUK POTENSI RAWAN BANJIR DARI DATA MTSAT DAN QMORPH (STUDI KASUS: BANJIR BENGAWAN SOLO 2007)

Terbit: 2008/06/01
Parwati Parwati, Suwarsono Suwarsono, Fajar Yulianto, Totok Suprapto
Hubungan antara suhu puncak awan dari MTSAT-1R dan curah hujan dari data QMorph di DAS Bengawan Solo telah dianalisis dalam penelitian ini. Analisis dilakukan menggunakan data selama 21–30 Desember 2007 (00–23 UTC) untuk 240 set data. Hasil menunjukkan bahwa suhu puncak awan yang berpotensi menghasilkan hujan tinggi adalah sekitar 195°–235° K, sedangkan suhu puncak awan yang lebih besar dari 235° K berkaitan dengan curah hujan rendah. Sementara itu, terdapat hubungan logaritmik antara curah hujan dari data QMorph dan suhu puncak awan MTSAT-1R (kanal inframerah 1) dengan koefisien korelasi 0.78. Ambang batas suhu puncak awan untuk banjir bandang di Bengawan Solo adalah lebih rendah dari 215° K setidaknya berlangsung selama 4 hari. Curah hujan lebat yang terjadi secara intensif dapat menjadi pemicu bencana banjir di sekitar DAS Bengawan Solo.