← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 5 No 1 (2008)

Pemanfaatan Data MODIS untuk Identifikasi Daerah Bekas Terbakar (Burned Area) Berdasarkan Perubahan Nilai NDVI di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2009

Terbit: 2009/06/01
Suwarsono Suwarsono, Fajar Yulianto, Parwati Parwati, Totok Suprapto
Kebakaran lahan dan hutan merupakan bencana alam yang sering terjadi di wilayah Indonesia, terutama Sumatera dan Kalimantan. Bencana ini menimbulkan dampak yang besar terhadap lingkungan dan manusia, sehingga perlu dilakukan mitigasi. Lokasi penelitian berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan citra penginderaan jauh MODIS untuk mendukung upaya mitigasi kebakaran lahan dan hutan, yaitu mengidentifikasi daerah bekas terbakar. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode perubahan NDVI sebelum dan sesudah periode kebakaran lahan dan hutan pada tahun 2009. Tahapan penelitian terdiri atas analisis frekuensi hotspot, perhitungan perubahan NDVI, penetapan ambang batas perubahan NDVI, dan estimasi daerah bekas terbakar berdasarkan hasil ambang batas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah bekas terbakar di Kalimantan Tengah dapat diidentifikasi menggunakan MODIS berdasarkan perubahan NDVI. Total luas daerah bekas terbakar pada tahun 2009 adalah 122.900 hektare, sebagian besar terjadi di Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, dan Kotawaringin. Hasil ini perlu diverifikasi pada penelitian selanjutnya berdasarkan survei lapangan dan atau menggunakan citra resolusi tinggi seperti Landsat, SPOT-2 atau 4, ALOS, Ikonos, atau Quickbird.