← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 12 No 1 (2015)
OPTIMALISASI PARAMETER SEGMENTASI UNTUK PEMETAAN LAHAN SAWAH MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT (STUDI KASUS PADANG PARIAMAN, SUMATERA BARAT DAN TANGGAMUS, LAMPUNG)
Klasifikasi citra digital berbasis piksel sering mengandung efek salt and pepper, sedangkan klasifikasi visual memiliki kelemahan karena sering memberikan hasil yang tidak konsisten. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menjelaskan "Optimasi Parameter Segmentasi untuk Pemetaan Lahan Basah Menggunakan Citra Satelit Landsat" dengan klasifikasi berbasis objek. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi parameter segmentasi yang optimal untuk pemetaan lahan sawah. Penelitian dilakukan di dua lokasi yaitu Pariaman, Provinsi Sumatera Barat dan Tanggamus, Provinsi Lampung menggunakan segmentasi citra Landsat yang diperoleh pada tahun 2008 dan interpretasi visual citra Landsat multitemporal yang diperoleh pada tahun 2000-2009. Segmentasi Landsat mencakup dua tahap, pertama segmentasi untuk mengoptimalkan parameter nilai warna dan compactness, kedua untuk mengoptimalkan parameter skala segmentasi. Untuk validasi, penelitian ini menggunakan hasil klasifikasi berbasis visual dan kuantitatif tahun 2005 dan 2007 yang berasal dari citra Quickbird. Uji kualitatif meliputi pemisahan objek dan akurasi segmentasi dari tahap pertama segmentasi, sedangkan uji kuantitatif dilakukan menggunakan matriks konfusi pada tahap kedua segmentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kombinasi nilai parameter yang dianalisis, kombinasi parameter nilai warna 0.9, shape 0.1, compactness 0.5, dan smoothness 0.5 memberikan segmentasi yang paling mirip dengan data referensi. Sementara itu, kasus terbaik menurut kaidah kartografi adalah skala 8 untuk area studi Pariaman dan skala 6 untuk area studi Tanggamus dengan akurasi berkisar antara 90.7% hingga 96.3%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh ketidakpastian geometri citra Landsat terhadap citra Quickbird menunjukkan kesalahan maksimum toleransi segmen berasal dari 4 ha hingga 16.70 ha untuk lokasi Pariaman dan 13.32 ha untuk lokasi Tanggamus. Hasil ini masih dapat diterima dalam hasil segmentasi. Akhirnya ditemukan bahwa kombinasi parameter yang paling optimal untuk pemetaan lahan sawah adalah pada skala 1:1, warna 0.9.