← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 15 No 1 (2018)

MODIFIKASI DIGITAL ELEVATION MODEL (DEM) CITRA RESOLUSI TINGGI MENGGUNAKAN FUSI INTERFEROMETRI SAR DAN STEREOSAR BERBASIS FAKTOR PEMBOBOTAN

Terbit: 2018/12/01
Haris S. Dyatmika, Rahmat Arief, Dodi Sudiana, Shadiq Ali, Rachmat Maulana, Marendra Eko Budiono
Sensor satelit SAR mampu mengukur elevasi permukaan bumi menggunakan metode interferometri (InSAR) atau radargrametri (StereoSAR). Metode InSAR memanfaatkan nilai fase dari citra SAR, sedangkan StereoSAR menggunakan nilai amplitudo untuk menghasilkan elevasi permukaan bumi. Kedua metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Masalah akurasi rendah pada DEM yang dihasilkan menggunakan InSAR terjadi pada area bayangan (shadow) dan layover, sedangkan pada metode kedua (StereoSAR) masalah muncul ketika korelasi silang antara dua citra memiliki nilai rendah. Makalah ini mengusulkan teknik untuk menggabungkan metode InSAR dan StereoSAR untuk menghasilkan DEM menggunakan citra SAR resolusi tinggi. Sepasang citra TerraSAR-X atau TanDEM-X dengan sudut datang 21 derajat digunakan dalam penelitian ini dan diproses menggunakan metode InSAR, serta sepasang citra lainnya dengan sudut 21 derajat dan 41 derajat menggunakan metode StereoSAR di Bandung dan sekitarnya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa DEM hasil fusi dari kedua metode memiliki akurasi yang lebih baik dan mengurangi kesalahan absolut baik dari metode InSAR maupun StereoSAR yang masing-masing sekitar 3.48 m dan 1.80 m.