← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 9 No 2 (2012)
MODEL SIMULASI BANJIR MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH, STUDI KASUS KABUPATEN SAMPANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRIDDED SURFACE SUBSURFACE HYDROLOGIC ANALYSIS
Permasalahan banjir yang terjadi setiap tahun di Kabupaten Sampang disebabkan oleh aliran limpasan yang sangat besar menuju Kota Sampang, sedimentasi yang sangat tinggi di sungai yang melintasi kota, serta kurangnya sistem drainase yang baik terutama di kawasan permukiman perkotaan. Beberapa permasalahan tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan banjir di Kota Sampang. Metode yang digunakan untuk model simulasi banjir adalah GSSHA (Gridded Surface Subsurface Hydrologic Analysis), yang mampu menghasilkan komponen hidrologi yang baik. Data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Qmorph, DEM-SRTM (Digital Elevation Model-Shuttle Radar Topography Mission), SPOT-5 tahun 2010, peta lahan, penampang melintang sungai, dan data lapangan. Penelitian model simulasi banjir ini menghasilkan debit banjir yang digambarkan dalam hidrograf dan perhitungan kedalaman banjir. Debit puncak yang dihasilkan di beberapa daerah tangkapan (CA): CA Klampis sebesar 5.40 m³/s, CA Jelgung sebesar 364788.9 m³/s, CA Kamoning sebesar 32.40 m³/s, dan 3 CA yang terkait dengan CA di atas sebesar 174059 m³/s.