← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 4 No 1 (2007)

MODEL PERENCANAAN PENGEMBANGAN WILAYAH AGRO INDUSTRI BERDASARKAN ANALISIS PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Terbit: 2004/06/01
Samsul Arifin
Kebijakan ekonomi pertanian pemerintah adalah menekankan pada pertanian yang didukung oleh industri dan sebaliknya. Hal ini diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Salah satu jembatan yang dapat menghubungkan kedua hal tersebut (pertanian dan industri) adalah agroindustri. Model perencanaan pengembangan sistem ruang wilayah untuk agroindustri bertujuan untuk menata dan merencanakan kawasan agroindustri perkebunan pangan sehingga kondisi pendirian industri dapat didukung oleh ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan sehingga pelaksanaan agroindustri dapat berlangsung secara terus-menerus dan permanen. Pendekatan yang digunakan dalam pembentukan model menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan analisis spasial. Parameter yang digunakan adalah parameter aspek fisik lahan (ketersediaan lahan) dan sosial ekonomi. Penelitian studi kasus dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah. Berdasarkan analisis Kabupaten Lampung Tengah, terdapat tiga kawasan agroindustri, yaitu kawasan agroindustri padi yang terletak di Kecamatan Padang Ratu, kawasan agroindustri jagung yang terletak di Gunung Sugih, dan kawasan agroindustri ubi kayu yang terletak di Kecamatan Rumbia.