← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 14 No 2 (2017)
MODEL KOREKSI ATMOSFER CITRA LANDSAT-7
Tiga metode koreksi atmosfer, yaitu Second Simulation of the Satellite Signal in the Solar Spectrum (6S), Landsat Ecosystem Disturbance Adaptive Processing System (LEDAPS), dan model Fast Line-of-sight Atmospheric Analysis of Spectral Hypercubes (FLAASH), telah diterapkan pada citra Landsat-7 level 1T untuk area Jakarta. Citra terkoreksi atmosfer kemudian dibandingkan dengan citra reflektansi TOA. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbaikan pola spektral pada citra reflektansi TOA melalui penurunan nilai reflektansi setiap objek sebesar (1–11)% setelah koreksi atmosfer untuk semua model pada band tampak (biru, hijau, dan merah). Pada band NIR dan SWIR terjadi peningkatan nilai spektral sekitar 1% terhadap reflektansi TOA pada semua objek kecuali lahan basah untuk model LEDAPS. Persentase peningkatan dan penurunan nilai spektral dari model 6S dan FLAASH memiliki kecenderungan yang sama. Analisis juga dilakukan terhadap nilai NDVI dari setiap model, di mana nilai NDVI relatif lebih tinggi setelah koreksi atmosfer. Nilai NDVI untuk tanaman padi pada model FLAASH sama dengan model 6S, yaitu sebesar 0,95, dan untuk lahan basah, nilainya sama antara model FLAASH dan LEDAPS, yaitu 0,23. Nilai NDVI untuk seluruh scene untuk model FLAASH = 0,63, model LEDAPS = 0,56, dan model 6S = 0,66. Sebelum koreksi atmosfer, TOA sebesar 0,45.