← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 17 No 1 (2020)
MODEL ESTIMASI TINGGI MUKA AIR TANAH LAHAN GAMBUT MENGGUNAKAN INDEKS KEKERINGAN
Tinggi Muka Air Tanah memainkan peran penting dalam menentukan emisi gas rumah kaca dan, pada gilirannya, dalam mengatur sistem iklim global. Informasi tentang tingkat air yang ada masih menggunakan pengukuran lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi model pendekatan terbaik untuk memperkirakan tinggi muka air tanah menggunakan indeks kekeringan. Penelitian ini memanfaatkan data Landsat 8 untuk menghitung Normalized Difference Water Index dan Visible and Shortwave infrared Drought Index selama 3 bulan (Maret, April dan Juni 2016). Model estimasi terbaik dipilih dengan metode koreksi Kriteria Informasi Akaike dan divalidasi menggunakan validasi silang K-Fold. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa estimasi tinggi muka air tanah dipengaruhi oleh kedua indeks kekeringan dengan persamaan TMA (mm) = -439,47 – 1639,7 * NDWI_Maret – 640,23 * NDWI_April + 477 * VSDI_Maret. Estimasi tinggi muka air tanah mulai mendeteksi titik panas berkisar antara 64,35 ± 36,96 cm (27 - 101 cm). Titik kritis untuk KHG Sei Jangkang - Sei Liong adalah 27 cm, sehingga kedalaman muka air tanah harus dipertahankan kurang dari itu untuk menghindari kebakaran di lahan gambut.