← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 9 No 1 (2012)
MODEL BAHAYA BANJIR MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DI KABUPATEN SAMPANG
Banjir merupakan bencana terbesar pertama di Indonesia, sebagaimana dinyatakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam data bencana alam BNPB tahun 2000 hingga 2009. Mengingat banjir memiliki dampak signifikan yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian materiil, maka perlu dilakukan kajian tentang hal tersebut. Salah satu data yang berguna untuk mengkaji banjir adalah data penginderaan jauh. Keunggulan data historis yang baik memungkinkan untuk melihat perubahan tutupan/penggunaan lahan dari tahun ke tahun di suatu wilayah. Cakupan area yang luas dari data penginderaan jauh memungkinkan untuk melihat dan menganalisis secara komprehensif. Metode kajian model bahaya banjir menggunakan beberapa variabel, di mana setiap variabel memiliki kelas kriteria. Penentuan bobot setiap variabel banjir dilakukan dengan menggunakan Analisis Pemetaan Komposit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab utama banjir di Kabupaten Sampang adalah sebagian besar sistem lahan di wilayah tersebut merupakan gabungan dataran muara dan rawa, yang membentuk dataran rendah dan dipicu oleh hujan deras. Model peta bahaya banjir dihasilkan dengan pembobotan variabel banjir menggunakan metode analisis multi-kriteria yang merupakan fungsi dari curah hujan, penggunaan lahan, kemiringan lereng, sistem lahan, dan elevasi.