← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 14 No 1 (2017)
METODE DUAL KANAL UNTUK ESTIMASI KEDALAMAN DI PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN DATA SPOT 6 STUDI KASUS : TELUK LAMPUNG
Data kedalaman dapat digunakan untuk menghasilkan profil dasar laut, oseanografi, biologi, dan kenaikan permukaan laut. Teknologi penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengestimasi kedalaman perairan laut dangkal yang dicirikan oleh kemampuan cahaya untuk menembus badan air. Salah satu citra yang dapat mengestimasi kedalaman adalah SPOT 6 yang memiliki tiga kanal tampak dan satu kanal NIR dengan resolusi spasial 6 meter. Penelitian ini menggunakan citra SPOT 6 pada 22 Maret 2015. Citra terlebih dahulu dikoreksi atmosfer secara dark pixel dengan membuat 30 poligon. Kebaruan metode ini adalah membangun korelasi antara nilai piksel gelap kanal merah dan hijau dengan kedalaman hasil pengukuran lapangan yang dilakukan pada 3 hingga 9 Juni 2015. Algoritma yang diturunkan secara eksperimental terdiri dari: thresholding yang berfungsi untuk memisahkan daratan dan lautan, serta fungsi korelasi. Fungsi korelasi diperoleh: pertama-tama mengkorelasikan nilai observasi dengan setiap kanal, kemudian menghitung selisih nilai minimum kegelapan piksel dan minimum untuk kanal merah dan hijau adalah 0.056 dan 0.0692. Model kemudian dibangun dengan menggunakan proporsi perbandingan, sehingga diperoleh persamaan linear dalam dua kanal: Z (X1, X2) = 406.26 X1 + 327.21 X2 - 28.48. Hasil estimasi kedalaman untuk skala 5 meter, estimasi paling efisien dengan kesalahan relatif rata-rata terkecil terjadi pada kedalaman air dangkal dari 20 hingga 25 meter, sedangkan hasil skala 10 meter dari 20 hingga 30 meter dan estimasi kedalaman memiliki pola yang mirip atau dapat dikatakan mendekati kenyataan. Metode ini mampu mendeteksi kedalaman laut hingga 25 meter dan memiliki galat RMS yang kecil sebesar 0.653246 meter. Dengan demikian, metode dua kanal dapat menawarkan solusi yang cepat, fleksibel, efisien, dan ekonomis untuk memetakan topografi dasar laut.