← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 18 No 1 (2021)
KESESUAIAN WILAYAH BUDI DAYA IKAN KERAPU BERDASARKAN CITRA SATELIT LANDSAT-8 OPERATIONAL LAND IMAGER (OLI)/THERMAL INFRARED SENSOR (TIRS) (STUDI KASUS PERAIRAN KECAMATAN GEROKGAK, KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI)
Perairan di Kecamatan Gerokgak merupakan salah satu kawasan perairan di Indonesia yang berpotensi sebagai lahan regional untuk pengembangan budidaya perairan, salah satunya adalah budidaya ikan kerapu. Untuk meningkatkan potensi budidaya ikan kerapu, perlu diketahui lokasi yang tepat untuk budidaya ikan kerapu. Penelitian ini menerapkan metode yang menggunakan tumpang tindih antara parameter oseanografi, yaitu suhu permukaan laut (SST), salinitas, klorofil, dan Total Padatan Tersuspensi (TSS). Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan penginderaan jauh dengan memanfaatkan data citra satelit Landsat-8 Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensor (TIRS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perairan di Teluk Penerusan, Kecamatan Gerokgak, Bali memiliki perairan yang sesuai untuk budidaya ikan kerapu. Berdasarkan hasil analisis antara nilai suhu permukaan laut dan klorofil dengan nilai in situ, menunjukkan akurasi yang baik dengan nilai R2 = 0,661; 0,686 untuk klorofil in situ, dan 0,658 untuk TSS dengan in situ.