← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 8 No 1 (2011)
KAJIAN PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN DATA SATELIT LANDSAT DI KABUPATEN KENDAL
Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Perubahan garis pantai disebabkan oleh transportasi sedimen dari daratan dan laut atau disebabkan oleh energi yang berasal dari arus laut dan gelombang. Perubahan garis pantai telah dianalisis melalui analisis multi-temporal menggunakan satelit seri Landsat (MSS, TM, dan ETM+). Interpretasi visual RGB 542 dilakukan untuk mengidentifikasi garis pantai, dan menggunakan kombinasi lain jika diperlukan. Berdasarkan analisis data Landsat, panjang garis pantai pada tahun 1972, 1991, 2001, dan 2008 berturut-turut adalah 43.172 m, 52.646 m, 50.171 m, dan 53.827 m, dan perubahan garis pantai terjadi dominan di sepanjang tanjung dan teluk, sedangkan di tempat lain tidak berubah secara signifikan. Berdasarkan analisis data satelit Landsat, pada periode 1972-1991 abrasi dan akresi terjadi pada area seluas 765,14 ha dan 356,00 ha; pada periode 1991-2001 seluas 90,64 ha dan 261,89 ha; dan pada periode 2001-2008 seluas 111,67 ha dan 80,37 ha.