← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 5 No 1 (2008)

KAJIAN KOREKSI TERRAIN PADA CITRA LANDSAT THEMATIC MAPPER (TM)

Terbit: 2009/06/01
Bambang Trisakti, Mahdi Kartasasmita, Kustiyo Kustiyo, Tatik Kartika
Koreksi terrain digunakan untuk meminimalkan efek bayangan akibat variasi topografi bumi. Oleh karena itu, proses ini sangat berguna untuk mengoreksi distorsi nilai piksel pada daerah pegunungan di citra satelit. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengkaji proses koreksi terrain dan implementasinya untuk Landsat TM. Algoritma koreksi terrain dibangun dengan menentukan sudut normal piksel yang didefinisikan sebagai sudut antara arah matahari dan normal permukaan. Perhitungan koreksi terrain memerlukan informasi sudut zenit matahari, sudut elevasi matahari (diperoleh dari data header), kemiringan piksel, dan aspek piksel yang diturunkan dari model elevasi digital (DEM). Koefisien C dari setiap saluran ditentukan dengan menghitung gradien dan intersep dari korelasi antara kosinus sudut normal piksel dan reflektansi piksel pada setiap saluran. Kemudian, citra Landsat TM dikoreksi oleh algoritma menggunakan sudut normal piksel dan koefisien C. Koefisien C yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari perhitungan kami dan dari Indonesia National Carbon Accounting System (INCAS). Hasil menunjukkan bahwa tanpa koefisien C, nilai piksel meningkat sangat tinggi ketika sudut normal piksel mendekati 90°. Koefisien C mencegah kondisi tersebut, sehingga implementasi koefisien C yang diperoleh dari INCAS dalam algoritma dapat menghasilkan citra yang memiliki tampilan topografi yang sama. Selanjutnya, setiap saluran dari citra terkoreksi memiliki korelasi yang baik dengan saluran terkoreksi dari hasil INCAS. Implementasi koefisien C dari perhitungan kami masih memerlukan evaluasi, terutama untuk metode penentuan sampel pelatihan dalam menghitung koefisien C.