← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 8 No 1 (2011)
KAJIAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DAN DEFORESTASI DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Peningkatan atau penurunan intensitas curah hujan akibat perubahan iklim memengaruhi kondisi lingkungan di banyak wilayah Indonesia. Misalnya: intensitas curah hujan yang rendah menyebabkan tingginya jumlah kejadian kebakaran hutan di Pulau Kalimantan. Dampak perubahan iklim dikaji dengan menganalisis korelasi antara intensitas curah hujan, jumlah kejadian kebakaran hutan, dan perubahan luas hutan di Provinsi Kalimantan Barat. Data curah hujan diekstraksi menggunakan data Tropical Rainfall Measurement Mission (TRMM) periode 2001-2008. Jumlah kejadian kebakaran hutan diidentifikasi dari jumlah hotspot yang diekstraksi dari sensor termal data satelit MODIS periode 2001-2008. Luas hutan dihitung dari data MODIS tahun 2003, 2005, 2007, dan 2009. Piksel yang memiliki nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) lebih dari 0,7 sepanjang tahun diasumsikan sebagai piksel hutan. Nilai NDVI diperoleh dengan melakukan sampel latihan di kawasan hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan memiliki tren sedikit meningkat di Kalimantan. Curah hujan berkorelasi negatif dengan jumlah hotspot. Ketika curah hujan terendah dan jumlah hotspot tertinggi terjadi pada tahun 2004, luas hutan antara tahun 2003 dan 2005 menurun (deforestasi) secara signifikan. Sebaliknya, ketika curah hujan tinggi dan hotspot rendah pada tahun 2008, tidak terjadi penurunan luas hutan, bahkan ditemukan peningkatan luas hutan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh reforestasi dan perluasan area perkebunan (seperti kelapa sawit).