← Kembali ke Berita
JPJI Vol 4 No 1 (2025)

IDENTIFIKASI SEBARAN TINGKAT BAHAYA EROSI DI DAS BRANTAS (WILAYAH ADMINISTRASI KOTA SURABAYA) TAHUN 2022

Terbit: 2025
Ignatius Bennito Sianturi, Cherie Bhekti Pribadi
Erosi merupakan peristiwa degradasi lingkungan yang kritis yang memiliki implikasi mendalam terhadap produktivitas pertanian, stabilitas ekosistem, dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur laju erosi tanah di berbagai zona agro-ekologi dan mengevaluasi efektivitas praktik konservasi tanah. Mengingat bahwa proses konservasi tanah memerlukan prediksi laju erosi yang terjadi, maka dilakukan pemodelan laju erosi. Pemodelan nilai laju erosi yang umum digunakan seringkali terbatas pada pemodelan laju erosi yang disebabkan oleh air, seperti erosi lembar, erosi parit, dan beberapa erosi lainnya. Laju erosi yang tinggi dan tidak terkendali dapat menyebabkan hilangnya kesuburan tanah dan akumulasi sedimen tebal di aliran sungai, yang dapat menimbulkan bencana seperti banjir dan lainnya. Dalam penelitian ini, penentuan tingkat bahaya erosi dilakukan dengan menggunakan metode RUSLE (Revised Universal Soil Loss Equation) di DAS Brantas (Wilayah Administrasi Kota Surabaya). Dari nilai laju erosi yang diperoleh, ditemukan bahwa kawasan DAS Brantas (wilayah Kota Surabaya) rata-rata memiliki tingkat bahaya “ringan”.