← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 15 No 1 (2018)
ESTIMASI BATIMETRI DARI DATA SPOT 7 STUDI KASUS PERAIRAN GILI MATRA NUSA TENGGARA BARAT
Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari lima pulau besar dan ribuan pulau kecil yang dikelilingi oleh perairan laut dangkal. Oleh karena itu, informasi batimetri yang lengkap dan akurat diperlukan. Data batimetri skala besar di perairan Indonesia masih terbatas, termasuk di perairan laut dangkal Gili Matra, Provinsi NTB. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan teknologi penginderaan jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh objek dasar habitat laut dangkal terhadap estimasi batimetri dari citra satelit SPOT 7. Banyak metode yang dapat digunakan untuk menghasilkan estimasi batimetri dengan teknologi ini. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda (MLR). Data yang digunakan adalah citra satelit SPOT 7 di perairan laut dangkal Gili Matra, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Estimasi batimetri dilakukan dengan menggunakan data kedalaman insitu dengan dua modifikasi. Modifikasi pertama tidak memperhatikan jenis objek dasar habitat dan modifikasi kedua memperhatikan objek habitat karang, lamun, makroalga, dan substrat. Hasil penelitian ini memberikan nilai determinasi R2 yang meningkat dari 72,1% menjadi 78,6% dan menurunkan nilai RMSE dari 3,3 meter menjadi 2,9 meter.