← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 4 No 1 (2007)
Distribusi Spasial Hot Spot dan Sebaran Asap Indikator Kebakaran Hutan/Lahan di Pulau Sumatera dan Kalimantan Tahun 2002
Kebakaran hutan/lahan di Indonesia terjadi hampir setiap tahun. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga oleh aktivitas manusia seperti pembukaan lahan baru untuk pertanian atau perkebunan, atau pembukaan lahan/pembersihan lahan. Kebakaran yang ditandai dengan adanya hot spot dapat dipantau setiap hari menggunakan saluran inframerah dekat dan termal (saluran 3 dan 4) dari data satelit NOAA-AVHRR (National Oceanic and Atmospheric Radiometer-Advanced Very High Resolution Radiometer). Berdasarkan pemantauan hot spot harian di Sumatera pada tahun 2002, kebakaran hutan/lahan terjadi sejak Januari hingga Desember, sedangkan di Kalimantan dimulai pada Maret hingga Desember. Fluktuasi hot spot pada tahun 2002 memiliki pola yang hampir sama dengan tahun 1997, di mana puncak kebakaran terjadi pada bulan September di Pulau Kalimantan dan pada bulan Oktober di Pulau Sumatera. Selain itu, berdasarkan data NOAA dan Feng Yun, sebaran asap yang terjadi pada tahun 2002 tidak terlalu signifikan dan sebaran asap sebagian besar terjadi pada bulan September di Kalimantan dan Oktober di Sumatera. Penurunan aktivitas kebakaran terjadi pada bulan-bulan berikutnya di mana kebakaran di kedua pulau menurun seiring dengan meningkatnya curah hujan di kedua pulau tersebut.