← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 10 No 1 (2013)

DETEKSI LIMBAH ACID SLUDGE MENGGUNAKAN METODE RED EDGE BERBASIS DATA PENGINDERAAN JAUH

Terbit: 2014/12/01
Nanik Suryo Haryani, Hidayat Hidayat, Sayidah Sulma, Junita Monika Pasaribu
Sejalan dengan pertumbuhan industri dan populasi, kontaminasi limbah bahan berbahaya dan beracun meningkat. Peningkatan ini dipicu oleh penanganan yang tidak tepat dari sektor rumah tangga dan industri. Pemantauan atau deteksi area atau zona yang terkontaminasi sangat penting untuk mengidentifikasi area penyebaran limbah bahan berbahaya. Penginderaan jauh adalah salah satu alat yang dapat diterapkan untuk tujuan deteksi. Beberapa penelitian telah memanfaatkan data penginderaan jauh untuk mendeteksi area terkontaminasi melalui indeks vegetasi, suhu permukaan, serta indeks lainnya. Penelitian ini mengusulkan metode red edge dari data Landsat TM untuk mendeteksi kontaminasi limbah bahan berbahaya di Pertamina RU-V Balikpapan. Berdasarkan tinjauan yang dilakukan, diketahui bahwa metode red edge memiliki potensi untuk mendeteksi keberadaan limbah bahan berbahaya dan beracun, dalam kasus di mana deteksi limbah acid sludge berkorelasi dengan rehabilitasi lahan seperti netralisasi, bioremediasi, solidifikasi, dan non-aktivasi acid sludge di area terkontaminasi yang dapat diamati dari pergeseran spektralnya. Deteksi ini terkait dengan implementasi bioremediasi dan indikasi acid sludge di area terkontaminasi. Berdasarkan tinjauan yang dilakukan, metode red edge berpotensi untuk diterapkan pada aktivitas ini. Pola red edge telah mendefinisikan area terkontaminasi di Pertamina RU-V Balikpapan. Berdasarkan data yang diperoleh dan ditinjau, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemantauan kondisi limbah berbahaya dapat diimplementasikan untuk mengidentifikasi limbah berbahaya mana yang telah diolah.