← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 10 No 1 (2013)

DETEKSI DAERAH TERCEMAR LUMPUR ASAM MENGGUNAKAN DATA LANDSAT 7 ETM BERDASARKAN SUHU PERMUKAAN TANAH

Terbit: 2014/12/01
Sayidah Sulma, Junita Monika Pasaribu, Nanik Suryo Haryani
Aktivitas manusia yang tinggi di kawasan pertambangan dan industri meningkatkan potensi pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun. Salah satu bentuk limbah bahan berbahaya dan beracun adalah lumpur asam, campuran hidrokarbon dan asam sulfat yang berasal dari pembuangan lilin tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan memantau daerah yang terkontaminasi lumpur asam berdasarkan Suhu Permukaan Tanah (LST) yang diturunkan dari data multi-temporal Landsat 7 ETM. Langkah-langkahnya meliputi pengumpulan data, pengembangan algoritma LST untuk Landsat 7 ETM yang dihasilkan dari regresi LST Terra-MODIS dan Tb data Landsat, perhitungan LST menggunakan data multi-temporal Landsat 7 ETM dan pemantauan LST di daerah tercemar. Sebaran nilai LST MODIS dapat digunakan sebagai referensi dalam menentukan LST dari Landsat 7 ETM dengan melakukan model regresi linier dengan koefisien determinasi 0,84. Berdasarkan analisis LST, daerah yang terkontaminasi memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah yang tidak terkontaminasi. Tidak ada pola hubungan yang signifikan terhadap lahan dan proses pemulihan lahan. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa proses pemulihan di daerah tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap suhu.