← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 11 No 1 (2014)
Denoising Data Penginderaan Jauh Resolusi Tinggi Menggunakan Transformasi Wavelet Stasioner
Perubahan tutupan lahan, dari lahan gundul, air, dan vegetasi, atau sebaliknya dapat digunakan sebagai dasar pemetaan sawah menggunakan teori probabilitas, yaitu probabilitas suatu tutupan lahan dapat dianggap sebagai sawah jika urutan perubahan tutupan lahan dari air, vegetasi, dan lahan gundul atau sebaliknya terdeteksi pada citra multitemporal. Data yang digunakan adalah citra Landsat multitemporal, sedangkan metode yang digunakan dalam analisis ini adalah transformasi indeks vegetasi dan dikonversi menjadi tutupan lahan (lahan gundul, air, dan vegetasi). Deteksi tiga jenis tutupan lahan (lahan gundul-air-vegetasi atau sebaliknya) pada area sampel diasumsikan memiliki probabilitas 1 sebagai sawah; jika hanya dua jenis tutupan lahan yang terdeteksi (air dan lahan gundul, atau air dan vegetasi, atau vegetasi dan lahan gundul), tutupan lahan piksel tersebut diasumsikan memiliki probabilitas sebagai sawah 0,67; sedangkan jika hanya satu jenis tutupan lahan yang terdeteksi, misalnya hanya air, atau hanya lahan gundul, atau hanya vegetasi, maka probabilitas sebagai sawah diasumsikan hanya 0,33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Landsat multitemporal di area studi memadai untuk pemetaan sawah dengan akurasi 91,2%.