← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 4 No 1 (2007)
ANALISIS SPASIAL KONVERSI LAHAN SAWAH DI KABUPATEN BEKASI (STUDI KASUS DI KECAMATAN CIBITUNG DAN TAMBUN)
Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran posisi konsentrasi lahan sawah (SM=Spatial Mean) dari tahun 1996 hingga tahun 2000 ke arah timur laut sejauh 691 m di Kecamatan Cibitung dan 481 m di Kecamatan Tambun. Pergerakan SM menjauhi pusat kegiatan sosial ekonomi masyarakat baik di tingkat lokal (kecamatan) maupun regional (kota/kabupaten). Konversi lahan sawah menjadi lahan non-pertanian yang paling banyak terjadi adalah menjadi kawasan permukiman dan industri. Konversi lahan sawah menjadi permukiman terjadi di Tambun sekitar 105,2 Ha dan di Cibitung 154,6 Ha. Konversi lahan sawah menjadi industri terjadi di Cibitung sekitar 486,1 Ha dan di Tambun 87,9 Ha. Konversi lahan sawah yang terjadi di lokasi penelitian berada pada lahan Sangat Sesuai (S1) dan memiliki produktivitas tinggi karena berada pada daerah dengan aksesibilitas tinggi terhadap jalan utama dan pusat kecamatan.