← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 16 No 1 (2019)

ANALISIS SPASIAL KESESUAIAN BUDIDAYA KERAPU BERBASIS DATA PENGINDERAAN JAUH (STUDI KASUS: PULAU AMBON MALUKU)

Terbit: 2019/12/01
Nanin Anggraini, Syifa Wismayati Adawiah, Devica Natalia Br Ginting, Sartono Marpaung
Perairan Indonesia memiliki potensi budidaya laut yang melimpah. Kegiatan ini perlu dimaksimalkan dengan pendekatan teknologi penginderaan jauh untuk menentukan lokasi yang berpotensi sebagai area budidaya. Lokasi penelitian adalah Pulau Ambon, Provinsi Maluku. Metode yang digunakan untuk kesesuaian lokasi adalah Teknik Overlay Berbobot (Weighted Overlay Technique) dari parameter biofisik seperti total padatan tersuspensi (TSS), suhu permukaan laut (SST), klorofil, dan batimetri. Selain itu, data mangrove dan terumbu karang digunakan sebagai faktor pembatas untuk kesesuaian lokasi. Berdasarkan hasil pengolahan data, kelas cukup sesuai mendominasi di Teluk Piru, Teluk Banguala, dan Teluk Ambon; kelas sesuai terdeteksi di Teluk Ambon Dalam, dan kelas sangat sesuai terdeteksi di Teluk Piru dan Teluk Ambon. Hasil verifikasi pengukuran lapangan menunjukkan bahwa suhu dari data citra berkorelasi dengan data in-situ dengan nilai R2 0,74 dan TSS citra dengan data in-situ menunjukkan R2 sebesar 0,63.