← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 9 No 1 (2012)

ANALISIS POTENSI BANJIR DI SAWAH MENGGUNAKAN DATA MODIS DAN TRMM (STUDI KASUS KABUPATEN INDRAMAYU)

Terbit: 2012/06/01
Nur Febrianti, Dede Dirgahayu Domiri
Banjir yang terjadi di sawah dapat menyebabkan penurunan total produksi. Untuk meningkatkan ketahanan pangan di dalam negeri, pemantauan sawah yang terkena banjir sangat penting untuk dilakukan. Citra satelit merupakan salah satu alat untuk memantau daerah banjir. Dalam penelitian ini, kami menggunakan data penginderaan jauh dari MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) dan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) untuk Januari 2011 dan Januari 2012. Kabupaten Indramayu dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu pusat produksi beras. Metode frekuensi banjir digunakan untuk memperkirakan durasi banjir. Beberapa asumsi yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: (i) sawah diasumsikan sebagai sawah tadah hujan. (ii) Sawah diasumsikan berada di dataran. (iii) Curah hujan yang melebihi kebutuhan air tanaman berpotensi menyebabkan banjir, (iv) Curah hujan memiliki dampak besar dalam menyebabkan banjir jika dibandingkan dengan indeks kehijauan vegetasi. Perhitungan potensi banjir menunjukkan bahwa persamaan yang digunakan cukup kuat karena telah sesuai dengan kejadian banjir aktual. Kelas potensi banjir diidentifikasi sebagai kelas banjir parah. Perhitungan frekuensi banjir pada Januari 2011 menunjukkan bahwa telah terjadi banjir hingga 4 kali dalam sebulan. Selain itu, terdapat 18.400 ha yang mengalami frekuensi banjir empat kali, masing-masing, dan perlu diwaspadai terjadinya kegagalan panen pada kedua kondisi tersebut. Kondisi pada Januari 2012 relatif aman karena banjir hanya terjadi satu kali. Banjir yang luas di sawah di Kabupaten Indramayu terjadi pada Januari 2012.