← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 6 No 1 (2009)
ANALISIS PERUBAHAN HUTAN MANGROVE MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DI PANTAI BAHAGIA, MUARA GEMBONG, BEKASI
Hutan mangrove tumbuh di dekat muara sungai besar di mana delta sungai memberikan banyak sedimen (pasir dan lumpur). Akar mangrove mengumpulkan sedimen dan memperlambat aliran air untuk melindungi garis pantai dan mencegah erosi. Seiring waktu, akar dapat mengumpulkan lumpur untuk memperluas tepi garis pantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan hutan mangrove, garis pantai, dan pengaruhnya terhadap pendapatan nelayan di Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Provinsi Jawa Barat selama 17 tahun antara tahun 1990 dan 2007. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan dua seri data multitemporal (Landsat-TM 1990 dan SPOT-4 2007). Informasi tentang distribusi, luas, dan perubahan tutupan lahan untuk menganalisis nilai tersebut diperoleh melalui citra komposit warna berbasis spektral (RGB 453 Landsat-TM dan RGB 143 SPOT-4), klasifikasi citra, dan data lapangan. Sedangkan informasi tentang perubahan garis pantai berdasarkan citra terklasifikasi tahun 2007 ditumpangtindihkan dengan citra terklasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). perubahan hutan mangrove selama 17 tahun (1990-2007) telah menurun dari 34,89 hektar menjadi 33,23 hektar dan hasil penumpangtindihan citra garis pantai klasifikasi tahun 2007 dengan garis pantai klasifikasi tahun 1990 ditemukan terjadinya abrasi dan akresi garis pantai; 2). kondisi keberadaan hutan mangrove di Pantai Bahagia dengan populasi yang semakin berkurang telah mempengaruhi pendapatan nelayan di sekitarnya.