← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 4 No 1 (2007)
Analisis Pengembangan Lahan untuk Tanaman Kacang Tanah di Jawa Barat dari Data Landsat dengan Sistem Informasi Geografis
Pengembangan lahan untuk perkebunan kacang tanah merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan produksi kacang tanah di Indonesia. Peta panduan pengembangan lahan yang ditumpangsusunkan dengan peta tutupan lahan berdasarkan data Landsat dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan lahan untuk tanaman kacang tanah di Jawa Barat berdasarkan peta kesesuaian lahan yang ada dan peta tutupan lahan dari Landsat ETM+ tahun 2002, serta menentukan wilayah potensial untuk perkebunan kacang tanah berdasarkan kesesuaian lahan dan tutupan lahan menggunakan sistem informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah untuk perkebunan kacang tanah di daerah penelitian berada pada lahan dengan potensi rendah hingga sedang, meskipun selama 3 tahun (1999-2001) produktivitas tanaman relatif sedang hingga tinggi (10,94 - 15,97 kw/ha). Sementara itu, wilayah yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai area perkebunan kacang tanah di daerah penelitian Jawa Barat bagian utara adalah di Kabupaten Bogor, terutama di sekitar Tinarjaya. Tutupan lahan pada tahun 2002 yang sesuai untuk area pengembangan perkebunan kacang tanah masih berupa semak belukar (1.201,14 ha), lahan terbuka (395,37 ha), sawah tadah hujan (285,75 ha), dan lahan kering (234,63 ha).