← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 15 No 1 (2018)
ANALISIS PENERAPAN METODE GAP FILLING UNTUK OPTIMALISASI PEROLEHAN DATA SUHU PERMUKAAN LAUT BEBAS AWAN DI SELAT BALI
Suhu Permukaan Laut (SST) yang diindera dari sensor satelit inframerah memiliki keterbatasan yang disebabkan oleh tutupan awan. Keterbatasan ini menyebabkan data SST menjadi tidak optimal karena terdapat banyak area kosong tanpa informasi SST. Gap Filling adalah metode sederhana untuk menggabungkan data satelit multitemporal untuk menghasilkan data bebas awan. Penelitian ini akan menerapkan metode Gap Filling dari dua data SST, yaitu Himawari-8 dan Multiscale Ultrahigh Resolution Sea Surface Temperature (MUR-SST). Data SST harian bebas awan yang dihasilkan oleh metode ini memiliki resolusi spasial sekitar 2 Km dan resolusi temporal harian. Validasi data SST bebas awan menggunakan data pengukuran in situ menunjukkan nilai Mean Absolute Deviation (MAD) sebesar 0.29 yang lebih kecil daripada nilai MAD dari data MUR-SST dan Himawari-8. Korelasi yang tinggi antara data SST bebas awan dan data in situ tercermin dari nilai korelasi Kendall's Tau sebesar 0.7966 atau 79.66% dan R2 dengan nilai 0.93. Hasil ini menunjukkan bahwa data SST harian bebas awan dapat digunakan sebagai estimasi yang valid terhadap kondisi SST di Selat Bali.