← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 10 No 2 (2013)

Analisis Matematika Fraktal untuk Klasifikasi Menggunakan Citra Penginderaan Jauh SPOT-4

Terbit: 2014/06/01
Muchlisin Arief
Fraktal adalah himpunan matematis yang biasanya menampilkan pola yang serupa dengan dirinya sendiri (self-similar). Fraktal memiliki dua karakteristik dasar yang cocok untuk memodelkan topografi permukaan bumi, yaitu keserupaan diri (self-similarity) dan keacakan (randomness). Aplikasi geometri fraktal dalam penginderaan jauh sangat bergantung pada estimasi dimensi fraktal non-integer (D). Dimensi fraktal dihitung menggunakan model Luas Permukaan Prisma Segitiga (TPSA). Dimensi fraktal digunakan untuk mengamati pengulangan spasial (morfologi) permukaan. Dalam penelitian ini, dimensi fraktal digunakan untuk mengamati tinggi relatif suatu bangunan/objek permukaan di area perkotaan. Makalah ini menjelaskan analisis citra menggunakan dimensi fraktal non-integer untuk menentukan tinggi suatu objek relatif terhadap objek lainnya, kemudian melakukan pengelompokan tinggi objek dengan metode thresholding. Hasil seluruh proses disajikan setelah proses density slicing. Analisis menunjukkan bahwa dimensi fraktal objek/permukaan homogen lebih kecil daripada objek heterogen. Berdasarkan dimensi fraktalnya, objek/bangunan di kota Jakarta (mencakup 1600 ha) dapat dikelompokkan menjadi 3 kelas: objek sangat tinggi, objek tinggi, dan objek agak tinggi, dan terdapat sekitar 178 ha menggunakan jendela 9 x 9 dan sekitar 80 ha menggunakan jendela 17 x 17 objek sangat tinggi. Namun, hasil penelitian ini masih pada tahap awal bahwa dimensi fraktal dapat secara kuantitatif menginterpretasi struktur spasial dan kompleksitas spasial data penginderaan jauh. Oleh karena itu, penelitian perlu ditindaklanjuti dengan pengukuran lapangan dan data resolusi sangat tinggi (seperti IKONOS).