← Kembali ke Berita
JPJI Vol 4 No 1 (2025)

Analisis Banjir dan Tanah Longsor Terkait Perubahan Tutupan Lahan dan Indeks Vegetasi di Kota Batu Menggunakan Citra Satelit Multi-Temporal

Terbit: 2025/03/25
Fahrin Ajie Mahmud, Akbar Kurniawan
Bencana alam menimbulkan ancaman signifikan bagi masyarakat, sering kali disebabkan oleh faktor alam dan aktivitas manusia, seperti tanah longsor dan banjir. Pada tahun 2023, Indonesia mengalami 5.400 bencana, dengan 99,35% merupakan kejadian hidrometeorologi. Kota Batu, Jawa Timur, mengalami peningkatan bencana, terutama tanah longsor dan banjir, yang mengindikasikan gangguan ekosistem akibat perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini menggunakan data citra satelit multi-temporal (Landsat-8 dan Sentinel-2) dari tahun 2013 hingga 2023 untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dan indeks vegetasi. Metode klasifikasi terbimbing maksimum likelihood dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk memetakan tutupan lahan dan distribusi vegetasi. Hasil menunjukkan perubahan tutupan lahan yang signifikan, dengan area non-vegetasi meningkat sebesar 189,291 hektar dan area vegetasi menurun sebesar 177,477 hektar. Perubahan ini berkontribusi pada meningkatnya kejadian tanah longsor dan banjir, terutama di area permukiman dan pertanian. Analisis spatio-temporal menunjukkan korelasi antara perubahan tutupan lahan, indeks vegetasi, dan frekuensi bencana, menekankan pentingnya pengelolaan lahan berkelanjutan dalam mengurangi risiko bencana.