← Kembali ke Berita
INDERAJA Vol 19 No 2 (2025)

Analisis Area Rawan Banjir menggunakan Landsat 9 dan Metode MCDA di Kabupaten Bekasi

Terbit: 2025/10/05
Zahra Putri Callibri Suharyanto, Filsa Bioresita
Pemetaan mengungkapkan bahwa Bekasi (total 126.266,77 ha) memiliki empat kelas kerentanan banjir. Sebagian besar lahan (68,5% atau 86.454,87 ha) berisiko Sedang, terutama di zona transisi yang rentan terhadap genangan akibat hujan ekstrem atau perubahan penggunaan lahan. Area berisiko tinggi mencakup 21.831,52 ha, sedangkan zona berisiko rendah mencakup 17.980,39 ha. Distribusi ini menunjukkan bahwa kabupaten ini sebagian besar rentan sedang hingga tinggi, didorong oleh topografi dataran rendah dan kedekatan dengan sungai. Sebagai wilayah paling parah terkena banjir di Jawa Barat dalam dekade terakhir, sebuah studi mengintegrasikan citra Landsat 9 dan MCDA untuk memetakan risiko banjir menggunakan lima parameter (tutupan lahan, elevasi, curah hujan, tanah, buffer sungai). Divalidasi dengan data historis BNPB, model mengkonfirmasi wilayah utara (Tambun, Muara Gembong, Babelan) sebagai risiko tertinggi karena elevasi rendah (<10 m), tanah aluvial, dan banjir yang sering terjadi.