← Kembali ke Berita
INDERAJA
Vol 13 No 2 (2016)
ALGORITMA DUA DIMENSI UNTUK ESTIMASI MUATAN PADATAN TERSUSPENSI MENGGUNAKAN DATA SATELIT LANDSAT-8, STUDI KASUS: TELUK LAMPUNG
Teknik penginderaan jauh merupakan alat yang ampuh untuk memantau wilayah pesisir. Sensor optik dapat digunakan untuk mengukur parameter kualitas air yaitu Muatan Padatan Tersuspensi (MPT). Untuk dapat mengekstraksi informasi MPT, data satelit perlu divalidasi dengan pengukuran in situ yang menghubungkan antara reflektansi band dengan konsentrasi MPT hasil pengukuran. Dalam model ini, dilakukan korelasi antara hasil pengukuran dengan nilai reflektansi band 3 dan band 4. Kemudian diperoleh persamaan linier, lalu dihitung menggunakan argumen rasio 60:75 terhadap masing-masing koefisien korelasi, sehingga diperoleh persamaan linier dua dimensi T (X3, X4) = 2313.77 X3 + 4741.11 X4 + 314.95. Berdasarkan konsentrasi MPT pada tanggal 3 Juni 2015, konsentrasi di bagian barat lebih rendah daripada di bagian timur. Hal ini karena bagian timur telah tercemar oleh limbah pabrik dan padatan limbah dari aktivitas manusia, sedangkan bagian barat masih banyak terdapat keramba jaring apung dan mangrove. Berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan, hasilnya masih jauh dari sempurna (akurasi 60%); salah satu faktornya adalah nilai thresholding dalam menentukan batas antara awan, laut, dan daratan. Secara umum menunjukkan bahwa model ini masih perlu perbaikan.